Jumat, 03 Juni 2022

The first step of our project


 Projek ke-1 : Kearifan lokal







            Nahh temen-temen projek yang pertama kita laksanain itu bertema kearifan lokal. Waktu projek pertama kita sesama anggota kelompok tuh belum saling mengenal satu sama lain karna sebelumnya kita PJJ jadi belum sering ketemu secara langsung, tapi setelah mengenal satu sama lain kelompok kita itu kelompok yang sangat ceria dan tentu saja laporan kita berhasil beres tepat waktu.

Okeyy kita ceritain ya perjalanan kita selama ngerjain projek pertama ini, di projek pertama tentu kita bener-bener kebingungan apa yang harus kita laluin karna ini bener-bener pertama kalinya bagi kita harus melakukan penelitian sekaligus mengerjakan laporan, pembimbing kita yaitu Pak Dimas dengan sabar menjelaskan ke kita satu per-satu apa yang harus kita lakuin sampai pada akhirnya di projek ini kita memutuskan untuk mengambil penelitian tentang Bola Leungun Seneu (BOLES).

Penelitian kami di laksanakan di Museum Prabu Siliwangi lebih tepatnya di Pesantren Dzikir Al Fath, jarak dari sekolah ke Pesantren Dzikir Al Fath itu lumayan jauh dan itu lah yang menjadi salah satu hambatan bagi kelompok kami saat itu, tapi pada akhirnya kami bisa melaksanakan projek ini dengan lancar. Kami pergi ke Pesantren Dzikir Al Fath sebanyak 3 kali, pertemuan pertama kami mewawancarai Kang Andi untuk mengetahui lebih dalam tentang BOLES. Di pertemuan kedua, kami berencana untuk praktek bermain BOLES secara langsung, untuk yang belum tau BOLES adalah permainan bola api menggunakan batok kelapa dan di mainkan menggunakan tangan dengan cara di lempar dari satu tangan ke tangan lain, nanti batok kepala tersebut di siram oleh minyak tanah dan di bakar oleh api, berhubung permainan BOLES ini menggunakan api berarti kita harus praktek dengan cuaca yang cerah tapi hari itu hujan terus turun sampai kami tidak bisa praktek BOLES. Dan akhirnya kami terdampar di dalam museum selama beberapa jam dan memutuskan untuk pulang di sore hari karna hujan ga kunjung berhenti. Di pertemuan ketiga lah kita baru benar-benar bisa praktek BOLES awalnya memang agak menakutkan karna takut tangan kami terasa sakit, tapi setelah mencobanya ternyata seru dan tidak sakit sama sekali.

Langkah selanjutnya yang kita kerjakan setelah penelitian langsung adalah membuat laporan. Jujur membuat laporan adalah hal yang sangat membingungkan karna kami agak kesusahan merangkai kata-kata tapi tentu saja dengan bimbingan Pak Dimas kami bisa menyelesaikan laporan dengan lancar dan dengan hasil yang memuaskan.

Hasil laporan kami dengan judul Kearifan Budaya Lokal Khas Sukabumi Bola Leungeun Seneu (BOLES) berhasil menjadi perwakilan kelas untuk di presentasikan di GOR SMAN 1 Kota Sukabumi, saat itu kami sangat terkejut, bangga sekaligus senang.

Edited by : Alya Kamila






Tidak ada komentar:

Posting Komentar